You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
ketuk pintu dengan hati
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Undian Berhadiah Meriahkan Program Ketuk Pintu di Jatinegara Barat

Program Ketuk Pintu Layani dengan Hati yang digelar Dinas Kesehatan DKI Jakarta di Rusun Jatinegara Barat, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (12/9), dimeriahkan dengan undian berhadiah dan pembagian paket sembako.

Warga berkesempatan mendapat bingkisan menarik lewat undian yang pelaksanaannya dikoordinir oleh Puskesmas Jatinegara dan Sudin Kesehatan Jakarta Timur

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Iwan Kuniawan mengatakan, pembagian paket sembako merupakan sumbangan dari sebuah perusahaan besar. 

Warga Rusun Padati Program Ketuk Pintu Layani dengan Hati

"Bantuan ini program CSR (Corporate Social Responsibility) mereka. Kalau Sudin Kesehatan tetap pada pelayanan kesehatan," kata Iwan.

Sedangkan undian berhadiah diberikan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur melalui Puskesmas Kecamatan Jatinegara. Undian berhadiah diberikan kepada penghuni rusun yang mengikuti pemeriksaan kesehatan di lantai dua rusun.

Adapun layanan kesehatan tersebut yakni, layanan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti cek kolesterol, gula darah, asam urat, lalu ada posyandu lansia, penyuluhan senam otak, posyandu balita, kelas ibu hamil, konseling, serta pemeriksaan kulit dan kelamin atau IVA test/IMS.

"Warga berkesempatan mendapat bingkisan menarik lewat undian yang pelaksanaannya dikoordinir oleh Puskesmas Jatinegara dan Sudin Kesehatan Jakarta Timur," lanjut Iwan.

Dikatakan Iwan, undian berhadiah dan pembagian kupon paket sembako menjadi magnet tersendiri bagi penghuni agar mau ikut serta dalam kegiatan Ketuk Pintu Layani dengan Hati. Dengan begitu masyarakat diajarkan dan ditingkatkan kesadarannya untuk hidup dan berperilaku sehat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI, Koesmedi Priharto mengatakan, Program Ketuk Pintu Layani dengan Hati memang diproritaskan untuk warga rusun, kampung deret, rumah kumuh dan warga miskin. Karena warga rusun yang mayoritas kalangan menengah ke bawah, tingkat kesadaran akan kesehatan tidak seperti warga menengah ke atas yang perekonomiannya kuat.

"Kita perlu perhatikan, di rusun kalau salah satu warganya punya penyakit menular itu bisa cepat menularnya. Makanya kewaspadaan pada hal tersebut harus kita kuatkan sekali," ujar Koesmedi.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Padat Karya

    access_time05-06-2026 remove_red_eye2025 personDessy Suciati
  2. Pramono Minta Sampah di Muara Angke Rutin Dibersihkan

    access_time07-06-2026 remove_red_eye1552 personDessy Suciati
  3. PMI Jaksel Ikut Bantu Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong

    access_time04-06-2026 remove_red_eye1421 personTiyo Surya Sakti
  4. Parkir Liar di Jaktim Ditindak

    access_time08-06-2026 remove_red_eye1116 personNurito
  5. Pekan Raya Jakarta 2026 Bidik Enam Juta Pengunjung

    access_time04-06-2026 remove_red_eye824 personFolmer